Tips Dalam Memilih Laptop Desain Grafis

tips memilih laptop desain grafis

Mencari laptop yang ditujukan untuk membuat desain adalah tantangan berat. Berbeda dari laptop umum atau gaming, laptop untuk desain tak hanya dilihat dari prosesor saja tetapi juga layar dan kemampuan untuk rendering. Ini sering menjadi masalah bagi mereka para graphic designer pemula atau mereka yang baru bekerja di perusahaan creative design agency.

Namun, seiring dengan berkembangnya teknologi dan meningkatnya potensi pasar, kini para produsen ternama laptop mulai berlomba-lomba dalam menciptakan laptop yang dapat memenuhi kebutuhan desain grafis secara optimal tanpa harus menarget target konsumennya dengan harga yang cukup mahal.

Kini, tidak hanya para desainer grafis profesional saja yang dapat memanfaatkan laptop untuk kebutuhan desain grafis, bahkan Anda pun dapat menggunakannya untuk keperluan desain grafis Anda sehari-hari. Nah, lalu bagaimana cara memilih laptop yang tepat untuk desain grafis? Mari kita simak ulasannya di bawah ini!

Graphic Chip Terpisah

CPU, atau prosesor, merupakan otak dari jalannya sebuah komputer. Untuk desain grafis, Anda memerlukan prosesor yang cepat dan kuat untuk menjalankan perangkat lunak desain yang rumit. Umumnya Anda memerlukan prosesor seri quad-core untuk desain grafis.

Selain CPU, penting untuk melihat kemampuan grafis komputer. Sebuah PC dapat memiliki chip grafis yang terintegrasi pada prosesor, atau kartu grafis terpisah. Sebelumnya, chip graphics hanya berfungsi untuk menampilkan spreadsheet dan halaman web.

Laptop yang hanya memiliki spesifikasi menengah kebawah biasanya hanya mampu menjalankan program desain dasar, seperti 2D. Logikanya, apabila dipakai untuk program desain grafis yang berat, laptop Anda akan cenderung bekerja dengan lebih lambat untuk itu agar hasil tercipta dengan maksimal maka pilihlah graphic chip terpisah.

RAM

Sebagai seorang desainer, tentu Anda harus memilih laptop dengan memori yang memadai. Memori, atau RAM, menyimpan data yang perlu diakses komputer dengan cepat, seperti semua informasi dalam file yang sedang Anda kerjakan.

Jika Anda biasanya bekerja dengan banyak aplikasi secara bersamaan, atau jika Anda bekerja dengan file yang sangat besar, Anda memerlukan lebih banyak RAM untuk menyediakan peralihan tanpa batas antar aplikasi dan memindah file dengan cepat. Cobalah untuk memilih laptop dengan memori yang cukup tinggi. Jika konfigurasi tidak menyertakan RAM yang cukup untuk kebutuhan Anda, Anda dapat membeli dan menambah memori dengan mudah.

Ukuran Layar

Desain grafis adalah pekerjaan media visual sehingga Anda membutuhkan monitor terbaik yang mumpuni. Secara umum, monitor 13 inci terlalu kecil untuk pekerjaan desain grafis. Anda harus memilih setidaknya 15 inci atau bahkan 17 inci. Masalahnya adalah layar dengan 17 inci tidak praktis untuk dibawa.

Ukuran layar juga sering menjadi pertimbangan utama jika Anda bergerak di bidang jasa pembuatan website atau seorang freelance web designer, karena di era tampilan web responsive saat ini, beda ukuran layar bisa beda hasil tampilan websitenya. Oleh karena itu, penting untuk memilih ukuran layar yang memang paling banyak digunakan oleh klien Anda, jangan terlalu besar dan jangan terlalu kecil.

Anda juga akan memerukan layar HiDPI (disebut Retina HD® yang dibuat oleh Apple). Layar ini memiliki piksel yang lebih tinggi, memungkinkan Anda melihat lebih detail. Layar ujung terendah untuk desain yang efektif adalah 1920×1080 piksel.

Akurasi Warna

Sebagai seorang desain grafis akurasi warna adalah sebuah kunci keberhasilan. Pastikan bahwa monitor yang Anda pilih setidaknya 100% Adobe® RGB. Jika fokus Anda bukanlah warna, maka Anda dapat menggunakan monitor 100% sRGB.

Akurasi warna biasanya diukur oleh Delta-E, indikasi seberapa jauh dari akurasi lengkap monitor sehingga angka yang lebih rendah menunjukkan akurasi warna yang lebih baik. Cobalah untuk mendapatkan monitor dengan skor Delta-E di bawah 5.

Selain beberapa hal di atas, Anda juga tentu juga harus mempertimbangkan hal penting lainnya, seperti anggaran dan jenis pekerjaan yang Anda jalankan. Jika sebagian besar adalah 2D, maka Anda dapat memilih kisaran laptop menengah ke bawah. Namun jika pekerjaan Anda sebagian besar terbilang berat, maka Anda perlu perlu mencari laptop dengan kriteria yang sepadan.

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *